Marshmallow dikenal sebagai camilan manis yang populer dikonsumsi menjadi minuman, dessert, dan camilan. Cocok dinikmati bersama keluarga, termasuk anak-anak — sehingga kehalalan marshmallow menjadi hal penting bagi konsumen muslim.
Lalu apakah marshmallow halal atau haram? Jawabannya tergantung pada bahan yang digunakan dan proses produksinya — terutama sumber gelatin sebagai bahan utama marshmallow.
Nah, cara paling aman memastikannya adalah dengan mengecek sertifikat halal resmi dan komposisi bahan pada kemasan.
Apakah Marshmallow Halal?
Pembahasan mengenai status kehalalan marshmallow sempat ramai dibicarakan. Informasi yang beredar luas di media sosial dan berbagai platform digital membuat banyak orang mulai mempertanyakan kandungan marshmallow, khususnya terkait kehalalan penggunaan gelatin sebagai bahan utama pembentuk tekstur.
Oleh karena itu, kamu perlu memahami dengan baik tentang bahan pangan, proses produksi, serta sertifikasi halal melalui literasi halal yang tepat.
Bahan-bahan yang Digunakan dalam Marshmallow
Sebelum mengetahui marshmallow haram atau tidak, kita perlu tahu komposisi dalam marshmallow. Berikut tiga bahan-bahannya, yaitu:
- Gula dan Pemanis
Salah satu bahan dasarnya adalah gula atau pemanis, seperti gula pasir dan sirup glukosa. Ini yang memberikan rasa manis marshmallow yang khas.
- Gelatin
Gelatin menjadi bahan penentu utama halal atau tidaknya marshmallow karena dapat terbuat dari kolagen hewan, seperti sapi, babi, atau tulang ikan. Dalam pembuatan marshmallow, gelatin sebagai bahan pengental yang memberikan tekstur kenyal.
- Perisa dan Pewarna
Untuk melengkapi rasa dan tampilannya, marshmallow juga ditambahkan perisa untuk aroma dan rasa tertentu dan pewarna agar terlihat lebih menarik.
Apakah Marshmallow Mengandung Babi?
Gelatin banyak digunakan dalam produk makanan seperti kue, es krim, jeli, karena kaya akan kolagen. Dalam pembuatan marshmallow, sumber gelatin menjadi titik kritis kehalalan yang harus diperhatikan. Ada 3 sumber gelatin yaitu:
- Gelatin dari Babi
Gelatin babi umumnya berasal dari kulit babi yang direndam dalam asam kemudian diekstraksi untuk menjadi bahan pengikat marshmallow.
Bagi konsumen muslim, marshmallow dengan bahan ini jelas tidak halal sesuai syariat Islam dan harus dihindari.
- Gelatin dari Sapi
Gelatin sapi umumnya berasal dari kulit sapi atau tulang sapi yang telah didemineralisasi. Marshmallow yang dibuat dari gelatin sapi dan disembelih sesuai syariat Islam adalah halal dan aman dikonsumsi.
- Gelatin Ikan dan Gelatin Nabati
Selain gelatin dari babi dan sapi, ada juga gelatin ikan yang diproses dari kulit atau tulang ikan. Gelatin ikan sering menjadi alternatif pada produk pangan olahan sehingga dapat lebih aman untuk dipilih konsumen muslim (tetap cek sertifikat halal).
Cara Cek Marshmallow Halal atau Tidak

Ini adalah langkah penting selanjutnya supaya kita bisa menikmati marshmallow lebih aman dan tenang. Ada 3 langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui apakah marshmallow halal atau tidak, yaitu:
- Cek Label Halal Resmi
Cara utama yang paling praktis adalah dengan memastikan ada label halal pada kemasan. Pastikan ada Label Halal Indonesia dan nomor sertifikat halal pada kemasan.
Setelah itu, verifikasi nomor sertifikat di kanal resmi penelusuran produk halal.
Cocokkan minimal nama produk/varian dan nama pelaku usaha agar sesuai dengan yang kamu pegang.
Label halal yang resmi terdapat nomor sertifikat halal yang tertera pada kemasan dan dapat diverifikasi secara online melalui situs resmi halal.go.id atau aplikasi Halal MUI/BPJPH.
- Baca Komposisi Bahan dengan Teliti
Periksa komposisi yang tertera pada kemasan marshmallow, terutama untuk gelatin yang digunakan. Namun ada beberapa istilah komposisi babi yang tidak transparan seperti porcine dan lard (lemak babi).Untuk istilah seperti gelatin, emulsifier, atau kode seperti E471, sumbernya bisa berbeda-beda (tidak otomatis babi), jadi kembali lagi ke verifikasi sertifikat halal dan kejelasan produsen.
- Cek Produsen dan Negara Asal
Produsen yang transparan biasanya mencantumkan informasi kontak, alamat, serta penjelasan produk yang mudah diakses oleh konsumen.
Negara asal produk pun dapat memengaruhi standar regulasi pangan yang diterapkan. Dengan begitu, konsumen dapat mencari informasi lebih lanjut dan merasa lebih yakin terhadap produk yang dipilih.
Kesimpulan: Marshmallow Bisa Halal atau Haram, Tergantung Bahan
Halal atau tidaknya marshmallow sangat bergantung pada bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya. Dari beberapa komposisi marshmallow, gelatin menjadi bahan utama yang paling perlu diperhatikan karena sumbernya yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, cara paling aman bagi konsumen muslim adalah dengan membiasakan diri membaca komposisi bahan, label halal, dan memastikan adanya sertifikat halal resmi sebelum membeli marshmallow.
Dengan memahami hal ini, konsumen dapat menikmati marshmallow dengan lebih tenang dan bijak. Edukasi yang tepat membantu kita memilih camilan yang tidak hanya lezat, tetapi juga sesuai dengan nilai dan kebutuhan keluarga.
Tips Aman Memilih Marshmallow untuk Konsumen Muslim

- Biasakan Mengecek Label dan Komposisi
Salah satu langkah utama yang paling praktis adalah dengan memastikan label halal yang sah tertera dan komposisi di kemasan. Berbekal informasi di atas, kamu bisa lebih mudah mengenali sumber bahan yang halal dan aman sebelum dikonsumsi bersama keluarga.
- Pilih Produk dengan Informasi yang Transparan
Produk dengan informasi yang jelas dan mudah diakses menunjukkan komitmen produsen terhadap keterbukaan kepada konsumen. Semakin lengkap informasi yang disediakan, semakin mudah pula kamu menelusuri kehalalan produk tersebut.
Apalagi di era digital sekarang, sudah banyak produsen menyediakan informasi tambahan melalui website resmi atau layanan konsumen. Akses ini memungkinkan kamu untuk mencari penjelasan lebih lanjut mengenai bahan, proses produksi, hingga sertifikasi yang dimiliki.
- Utamakan Produk Bersertifikasi Halal
Produk yang telah memiliki sertifikasi halal berarti telah melalui tahapan audit sesuai standar yang ditetapkan oleh MUI. Sertifikasi ini membantu kamu memastikan bahwa marshmallow yang dikonsumsi memenuhi ketentuan halal, tanpa perlu melakukan pengecekan bahan secara mendalam satu per satu.
Nah, bagi konsumen muslim tak perlu khawatir lagi! Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan kenyamanan konsumen, Marshmallow ChompChomp telah mengantongi sertifikasi halal resmi dari MUI.
Lihat dokumen sertifikasi halal Marshmallow ChompChomp di sini
Dengan standar halal yang terjaga, marshmallow ChompChomp dapat tetap dinikmati sebagai camilan manis yang aman untuk berbagai momen bersama keluarga.
Sebagai contoh, Marshmallow ChompChomp sudah bersertifikat halal. Nomor sertifikatnya tercantum di kemasan dan bisa diverifikasi di kanal penelusuran produk halal resmi. Terkait isu porcine yang sempat ramai, ada klarifikasi MUI yang menyebut hasil uji pada batch yang diuji menunjukkan negatif DNA/peptida porcine.
FAQ
1) Apakah marshmallow selalu mengandung babi?
Tidak selalu. Marshmallow bisa memakai gelatin dari babi, tapi bisa juga dari gelatin sapi. Karena itu, kuncinya adalah cek bahan dan sertifikatnya
2) Kalau di komposisi tertulis “gelatin”, itu otomatis haram?
Tidak otomatis. Tapi “gelatin” adalah titik kritis, jadi kamu perlu memastikan status halalnya lewat sertifikat dan verifikasi
3) Apa arti “porcine” di konteks makanan?
Istilah ini merujuk pada sesuatu yang berasal dari babi. Kalau kamu melihat istilah ini, anggap sebagai red flag dan jangan lanjut konsumsi sebelum ada kepastian.
4) E471 itu berarti lemak babi?
E471 bisa berasal dari nabati atau hewani. Jadi bukan “pasti babi”, tapi tetap perlu kepastian sumber dan verifikasi sertifikat halal adalah cara paling aman
5) Gimana cara paling cepat cek sertifikat halal?
Cari nomor sertifikat pada kemasan, lalu cek di kanal resmi penelusuran produk halal dan cocokkan datanya
6) Kalau sudah terlanjur beli tapi ragu, harus gimana?
Hentikan konsumsi dulu, simpan kemasannya (untuk lihat nomor sertifikat/komposisi), lalu lakukan verifikasi. Kalau tidak bisa diverifikasi atau informasinya tidak jelas, lebih aman tidak diteruskan





Leave a reply